Jika AC mobil kamu dingin saat mobil berjalan tetapi menjadi tidak dingin atau mati saat mobil berhenti, biasanya penyebabnya berkaitan dengan sistem pendinginan AC yang kurang optimal saat putaran mesin rendah.
Penyebab yang paling umum yaitu:
-
Kipas kondensor lemah atau tidak berfungsi
Saat mobil berjalan, angin dari luar membantu mendinginkan kondensor. Ketika berhenti, kondensor membutuhkan kipas. Jika kipas mati atau putarannya lemah, tekanan refrigeran naik dan AC bisa berhenti dingin.
-
Kondensor AC kotor
Debu dan kotoran yang menumpuk menghambat pelepasan panas, sehingga AC lebih mudah kehilangan dinginnya saat mobil berhenti.
-
Freon/refrigeran kurang atau berlebihan
Tekanan sistem AC yang tidak sesuai dapat menyebabkan AC tidak bekerja optimal, terutama ketika mobil dalam kondisi idle. Kondisi idle adalah kondisi ketika mesin mobil menyala tetapi kendaraan sedang berhenti dan tidak diinjak pedal gas.
-
Kompresor AC mulai lemah
Kompresor yang sudah aus terkadangan masih mampu mendinginkan kabin saat RPM tinggi, tetapi performanya menurun saat mesin langsam.
-
RPM mesin terlalu rendah atau tidak stabil
Jika putaran mesin saat idle terlalu rendah, kinerja kompresor AC dapat berkurang sehingga udara yang keluar menjadi kurang dingin.
-
Magnetic clutch kompresir bermasalah
Magentic clucth yang sudah lemah atau terlalu panas bisa membuat kompresor tidak bekerja ketika mobil berhenti dalam waktu tertentu.
Yang paling sering menjadi penyebab adalah kipas kondensor/radiator yang bermasalah. Coba periksa apakah kipas berputar ketika AC dinyalakan dan mobil dalam kondisi berhenti. Jika kipas tidak berputar, berputar lambat, atau baru menyala setelah beberapa saat, sebaiknya segera diperiksa.
👉 Kunjungi sekarang: acmobilbandaaceh.com
Dapatkan layanan hilangkan bau & sterilisasi ozon yang cepat, aman, dan efektif!
AC bersih, udara sehat, perjalanan lebih nyaman